KHUTBAH IEDUL FITRI 2013

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    اللّهُ أَكْبَرُ × 9، اللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا ، وَسُبْحَانَ اللّهِ بُكْـرَةً وَأَصِيْلاً ، أَللّهُ أَكْبَرُ مَا أَشْرَقَتْ فِى صَبَاحِ هذَا الْيَوْمِ شَمْسُ الْمَسَرَّةِ ، وَتَـمَّ شَهْرُالصَّوْمِ وَاسْتَعَدَّ وَفْدُ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ ، وَلَبِسَ الْمُؤْمِنُوْنَ جَدِيْدَ الثِّيَابِ إِظْهَــــارًا لِجَمِيْلِ الإِنْعَـامِ. سُبْحَانَ مَنْ سَبَّحَ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ ، سُبْحَــــانَ مَنْ خَـــلَقَ الْخَلاَئِقَ بِبَاهِرِ قُدْرَتِهِ، سُبْحَانَ مَنْ أَوْجَبَ الْفِطْرَ فِى هذَا الْيَوْمِ وَحَرَّمَ الصِّيَامَ ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَـالَمِيْنَ .

    اَلْجَمْدُ لِلّهِ مُقَدِّرِ الأَيَّامِ وَاللَّيَالِى ، أَحْمَدُهُ وَأَشْكُرُهُ عَلَى جَمِيْلِ الإِفْضَلِ، وَأَتُوْبُ اِلَيْهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ مِنَ الذُّنُوْبِ وَالآثَامِ ، وِأَشْهَدُ أَنْ لاَّ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ نَبِيٍّ اَرْسَلَهُ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْبَرَرَةِ الْكِرَامِ.

    اَمَّا بَعْدُ : فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِىْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، فَاتَّقُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ، وَاَطِيْعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ قَدْ فَرَضَ عَلَيْكُمْ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ حَسْبَ السُّنَّةِ الْمَأْثُوْرَةِ ، وَجَعَلَهَا أَسَاسًا مِنْ أُسُسِ الْفَلاَحِ حَتَّى لاَ سَبِيْلَ لِلْفَلاَحِ إِلاَّ بِهَا ، فَقَالَ تَعَـالَى : قَدْ أَفْـلَحَ مَنْ تَزَكَّى ، وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى ، بَلْ تُؤْثِرُوْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا ، وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى ، إِنَّ هذَا لَفِى الصُّحُفِ الأُوْلَى ، صُحُفِ إِبْرَاهِيْمَ وَمُوْسَى . وَقَالَ تَعَـــالَى:  قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ هُمْ فِى صَلاَتِهِمْ خَاشِعُوْنَ ، وَالَّذِيْنَ هُـمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنِ ، وَالَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُوْنِ .

Allahu Akbar x 3

Saudara-saudara sekalian kaum muslimin dan muslimat rahimakullah.

Sejak matahari akhir Ramadlan terbenam dan hilal tanggal 1 Syawwal nampaka di ufuk barat, terdengarlah suara takbir, tahlil dan tahmid berkumandang gemuruh di seluruh pelosok penjuru dunia, menandai bahwa ummat Islam di seluruh dunia telah selesai melaksanakan latihan mental, mengekang keinginan nafsu, salama satu bulan Romadlan penuh; dan diharapkan setelah selesai sholat ‘Idul Fithri, kita sekalian selaku ummat Islam dapat dan mau mengamalkan hasil dari latihan mental tersebut sampai bulan Ramadlan mendatang, agar tujuan puasa sebagaimana yang telah disebutkan oleh Allah swt. dalam surat Al Baqarah ayat 183, yaitu menjadi orang-orang yang bertaqwa, dapat terwujud di permukaan bumi ini. Dan dengan demikian niscaya berkah langit dan bumi akan dibukakan oleh Allah, dan menjadi makmurlah penduduk bumi ini, sebagaimana firman Allah dalam surat Al A’raf ayat 96 yang berbunyi:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوْا فَأَخَذْهنَاهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Kalau selama berpuasa di bulan Ramadlan kita sama sekali tidak berani memakan makanan dan meminum minuman yang kita beli dengan harta kekayaan kita sendiri yang kita peroleh secara sah dan halal, meskipun tidak ada orang lain yang menyaksikan, hanya karena kita takut kepada Allah, apalagi memakan makanan dan meminum minuman yang kita beli dengan harta kekayaan yang kita peroleh secara tidak sah dan tidak halal dengan jalan menipu, merampas hak orang lain, merampok, korupsi, hasil suap dan lainnya.

Allahu Akbar x3

Kaum muslimin dan muslimat yang dirahmati oleh Allah.

Dalam pribadi setiap orang ini, ada dua macam dororangan, yaitu dorongan yang mengajak kepada kedurhakaan dan dorongan yang mengajak kepada kebaikan dan ketaqwaan, sebagaimana firman Allah dalam surat Asy Syamsi ayat 7 dan 8:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا. فَأَلْهَمَهَا فُجُوْرَهَا وَتَقْوَاهَا.

Demi jiwa dan ciptaan yang menyempurnakannya. Kemudian Allah memberi ilham kepada jiwa tersebut jalan kepada kedurhakaannya dan jalan kepada ketaqwaannya.

Oleh karena itu, jika seseorang mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram, baik wujud dan cara memperolehnya, maka tenaga yang ditimbulkan olleh makanan dan minuman tersebut adalah tenaga yang haram. Dan tenaga yang haram hanya dapat diserap oleh dorongan yang mengajak kepada kedurhakaan, sehingga tingkah laku dan perbuatannya adalah jahat, akhlak dan mentalnya pun jahat. Jika orang ini menjadi pemimpin, maka dia adalah pemimpin yang jahat, tukang korupsi, tukang mencari suap, tukang memberi suap untuk kepentingan pribadinya, dan tukang melakukan kejahatan-kejahatan lainnya. Dan orang-orang semacam inilah yang telah membawa negara Indonesia yang makmur dan kaya raya ini menjadi negara koruptor ketiga di dunia ini, sehingga menjadi negara yang dilanda oleh segala macam krisis yang sulit diatasi. Dan jika sebahagian dari makanan dan minuman tersebut menjadi benih, maka benih itu adalah benih yang haram. Dan jika benih itu menjadi anak, maka anak itu adalah anak yang haram. Dan anak yang haram ini jika diberi konsumsi makanan dan minuman yang haram, maka jiwanya, karakternya, akhlak dan moralnya, tingkah laku dan perbuatannya akan jauh lebih jahat dari pada kedua orang tuanya. Dan jika anak semacam ini nantinya menjadi pemimpin, meskipun pandai dan titelnya satu tumpuk, niscaya akan menjadi pemimpin yang akan membawa negara ini ke jurang kehancurannya. Sedangkan tidak menjadi rakyat biasa saja orang yang selalu menkonsumsi makanan dan minuman yang haram, mereka selalu membuat ulah dan kekacauan di negeri ini.

Dalam hadits yang diriwatkan oleh Imam At Tirmidzi dari Ka’ab bin ‘Ajrah, Rasulullah saw. pernah bersabda:

كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنَ الْحَرَامِ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ .

Setiap daging yang tumbuh dari makanan dan minuman haram, maka neraka adalah tempat yang lebih utama baginya.

Imam Sahal pernah berkata:

مَنْ أَكَلَ الْحَرَام َ عَصَتْ جَوَارِِحُهُ شَآءَ أَمْ أَبَى عَلِمَ أَمْ لَمْ يَعْلَمْ. وَمَنْ كَانَتْ طُعْمَتُهُ حَلاَلاً أَطَاعَتْهُ جَوَارِحُهُ وَوُفِّقَتْ لِلْخَيْرَاتِ .

Barangsiapa yang memakan makanan yang haram, niscaya anggauta-anggauta badannya berbuat maksiat, baik dia suka atau menolak, baik dia tahu atau tidak. Dan barangsiapa yang makanannya halal, niscaya anggauta-anggauta badanya ta’at kepadanya dan diberi pertolongan untuk  berbuat kebaikan-kebaikan.

Sebaliknya, jika seseorang selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, maka tenaga yang timbul dari makanan dan minuman tersebut adalah tenaga yang halal, dan akan mudah diserap oleh dorongan yang mengajak kepada ketaqwaan dan kebajikan, sehingga pribadinya baik, tingkah laku dan kelakuannya baik, mentalnya baik dan perbuatannya pun baik. Dan anak yang lahir dari orang ini pun baik. Jika menjadi pemimpin akan menjadi pemimpin yang baik, dan jika rakyat pun rakyat yang baik. Itulah sebabnya dalam surat Al Baqarah ayat 168 Allah swt. berfirman:

يَآ أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِي الأَرْضِ حَلاَلاً طَيِّبًا وَّلاَ تَتَّبِِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ

Wahai sekalian manusia, makanlah dari apa-apa yang berada di muka bumi yang halal lagi bagus, dan janganlah kamu sekalian mengikuti jejak-jejak syaithan, karena sesungguhnya syaithan itu adalah musuhmu yang nyata.

Oleh karena itu, marilah kita sekalian sesudah ‘iedul fithri ini bertekad untuk hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal, baik wujudnya maupun cara memperolehnya. Karena hanya dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal inilah kita dapat menyelamatkan negara dan bangsa Indonesia yang telah berada di pinggir jurang kehancuran.

Alllahu Akbar x 3.

Kaum muslimin dan muslimat rahimakumullah.

Selama berpuasa dalam bulan Ramadlan, kita juga tidak berani sama sekali melakukan hubungan sexual dengan isteri atau suaminya sendiri yang sah dan halal karena takut akan dendanya yang berat, apalagi dengan perempuan atau laki-laki lain tidak halal, alias berzina yang oleh agama Islam disebut dosa besar dan jalan yang paling jelek.

Dalam surat Al Isra’ ayat 32, Allah swt.  bersabda:

وَ لاَ تَقْرَبُوا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً .

Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerusakan).

Akibat yang jelas yang dapat kita saksikan dari perbuatan zina ini adalah:

-Kelahiran dari anak-anak yang tidak mempunyai bapak, sehingga menjadi anak-anak yang terlantar yang tidak memiliki masa depan; dan hal ini akan  menjadi masalah sosial, karena tidak ada yang bertanggung jawab terhadap pendidikan, pengajaran dan bimbingan akhlak dan moral bagi mereka.

-Kerusakan susunan dan hubungan keluarga dalam masyarakat, sehingga ketertiban masyarakat akan terganggu karenanya.

-Meraja lelanya penyakit Aids yang disebabkan oleh virus HIV yang sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat dan sampai sekarang belum ada obatnya.

Oleh karena itu, setelah sholat ‘Iedul Fithri ini, marilah kita sekalian bertekad untuk menjauhkan perbuatan zina dan pelacuran serta hal-hal yang mengarah kepada keduanya, seperti pornografi dan pornoaksi dari diri dan keluarga kita masing-masing pada khususnya dan juga dari masyarakat kita, agar kita sekalian memperoleh ridlo dari Allah swt. Amin!

   وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهُ وَأَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ . أَعُوْذُ بِاللّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُـوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . بَارَكَ اللّهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَجَعَلَنِى وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ الْمَغْفُوْرِيْنَ الْمَرْزُوْقِيْنَ وَأَدْخَلَنِى وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ الْعَامِلِيْنَ الصَّالِحِيْنَ الْمَتَّقِيْنَ . أَقُوْلُ قَوْلِى هذَا وَاَسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَآئِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ .

الخطبة الثانيةعيد الفطر وعيد الأضحى

  اَللّهُ اَكْبَرُ × 7. اللّهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً، لاَ اِلهَ الاَّ اللّهُ اللّهُ اَكْبَرُ، اللّهُ اَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلّهِ جَعَلَ الاَعْيَادَ بِالاَفْرَاحِ وَالسُّرُوْرِ، وَضَاعَفَ لِلْمُتَّقِيْنَ جَزِيْلَ الاُجُوْرِ، وَكَمَّلَ الضِّيَافَةَ فِى يَوْمِ الْعِيْدِ لِعُمُوْمِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِسَعْيِهِمُ الْمَشْكُوْرِ، وَاَشْهَدُ اَنْ لاَّ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْعَفُوُّ الْغَفُوْرُ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِىْ نَالَ مِنْ رَبِّهِ مَا لَمْ يَنَلْهُ مَلَكٌ مُقَرَّبٌ وَلاَ رَسُوْلٌ مُطَهَّرٌ مَبْرُوْرٌ. اَللّــهُمَّ صَلِّ وَسَلِّــمْ عَلَى سَيِّدِنَـــا مُحَمِّدٍ النَّبِيِّ الاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ كَانُوْا يَرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَ، وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

  اَمَّا بَعْدُ: فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللّهَ، وَاعْلَمُوْا يَآ اِخْوَانِى رَحِمَكُمُ اللّهُ اَنَّ يَوْمَـــكُمْ هذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، يَتَجَلَّى اللّهُ فِيْهِ عَلَى عِبَادِهِ مِنْ كُلِّ مُقِيْمٍ وَمُسَــافِرٍ، فَيُبَاهِى بِــكُمْ مَلآئِكَتَهُ وَاَنْتُمْ مُشْعِــرُوْنَ بِالتَّكْبِيْرِ فِى كُلِّ بَادٍ وَحَاضِرٍ، فَقَالَ اللّهُ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًـــا، إِنَّ اللّهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَــلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّـهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَـــا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَآ اَرْحَمَ الرَّاحِــمِيْنَ. اَللّـــهُمَّ اغْــفِــرْ لِلْمُؤْمِــنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ الاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّاالْبَلآءَ وَالْوَبَآءَ وَالْغَلآءَ وَالْفَحْشَآءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْجَدْبَ وَالْقَحْطَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَـلِــفَةَ وَالشَّــدَآئِــدَ وَالـدَّيْنَ وَالْمَرَضَ وَالْمِـحَـنَ وَالْفِتَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنْ، مِنْ بَلَدِنَا هذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً اِنَّـكَ عَلَى كُـلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَحْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.

  عِبَادَ اللّهِ، إِنَّ اللّهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ، وَإِيْتَـآءِ ذِى الْقُــرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَــــآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، فَاذُكُرُوْا اللّهَ الْـعَظِيِمَ يَذْكُــرْكُمْ وَاشْكُــرُوْهُ عَلَى نِـــعَـمِـهِ يَزِدْكُمْ، وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وِلَذِكْرُ اللّهِ اَكْبَرُ .

About Muhammad Taqiyyuddin Alawiy

- Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah NURUL HUDA Mergosono Malang - Dosen Fakultas Teknik Elektro Universitas Islam Malang
This entry was posted in Kumpulan Khutbah. Bookmark the permalink.

Leave a Reply